Describt

Describt

Translate

Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Oktober 2014

Semua Mengenai Teks Eksposisi beserta Contohnya



Pengertian
Pengertian Teks Eksposisi adalah karangan yang menyajikan sejumlah pengetahuan atau informasi.

Ciri-ciri
Ciri-ciri dari paragraf eksposisi, antara lain adalah:
- Berusaha menjelaskan tentang sesuatu
- Gaya bersifat informatif
- Fakta dipakai sebagai alat kontribusi
- Fakta juga dipakai sebagai alat konkritasi
- Paragraf eksposisi umumnya menjawab tentang askadimega

Tujuan
Tujuan dari Paragraf eksposisi untuk memaparkan atau menjelaskan sesuatu agar pengetahuan pembaca bertambah.
Contoh tema: Manfaat jejaring sosial facebook

Struktur
Struktur Teks eksposisi, antara lain adalah:
- Tesis (Pembukaan)
- Argumentasi (Isi)
- Penegasan ulang (Penegasan ulang)

Jenis-Jenis
Jenis-jenis Teks eksposisi,antara lain adalah:
- Eksposisi definisi
- Eksposisi proses
- Eksposisi klasifikasi
- Eksposisi ilustrasi
- Eksposisi perbandingan
- Eksposisi laporan
Contoh teks paragraf eksposisi yang bertema politik dan ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Positif

               Di tengah kondisi dunia yang sedang krisis, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencatat hasil positif. Pertumbuhan ekonomi triwulan kedua tahun ini mencapai 6,4 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Konsentrasi pertumbuhan tetap terpusat di Pulau Jawa dengan angka 57,5 persen.
            Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia semester I-2012 lebih baik dibandingkan dengan semester I-2011 yang tumbuh sebesar 6,3 persen.Namun, menurut pengamat ekonomi Indonesia for Global Justice, Salamuddin Daeng, pertumbuhan ekonomi Indonesia tergolong anomali.
            Alasannya karena pertumbuhan ekonomi tidak diikuti peningkatan kesejahteraan masyarakat.Ada empat faktor, kata Daeng, yang membuat pertumbuhan ekonomi anomali. Pertama, ekonomi Indonesia digerakkan oleh utang luar negeri yang angkanya terus naik. ”Utang Indonesia terakumulasi mencapai Rp 2.870 triliun.
            Utang luar negeri bertambah setiap tahun. Utang selanjutnya menjadi sumber pendapatan utama pemerintah dan menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi,” paparnya.Kedua, pertumbuhan ekonomi didorong oleh peningkatan konsumsi masyarakat yang bersumber dari naiknya harga sandang dan pangan, serta ditopang dari pertumbuhan kredit khususnya kredit konsumsi.
            Faktor ketiga, pertumbuhan ekonomi didorong ekspor bahan mentah, seperti bahan tambang, migas, hasil perkebunan dan hutan, sehingga tidak banyak menciptakan nilai tambah dan lapangan pekerjaan. Terakhir, pertumbuhan ekonomi didorong oleh investasi luar negeri yang membuat sumber daya alam kian dikuasai asing.
            Pengamat ekonomi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, A Tony Prasetiantono menyatakan, sektor domestik mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. ”Transmisi krisis global melalui penurunan ekspor dan defisit neraca perdagangan baru akan terasa pada kuartal ketiga dan keempat tahun ini. Lagi pula, kontribusi ekspor terhadap PDB tidak besar,” kata Tony.
            Hal senada disampaikan ekonom Mirza Adityaswara. Sejumlah sektor ekonomi dalam negeri tumbuh karena didorong oleh suku bunga rendah yang tampak dari tumbuhnya kredit 26-28 persen (tahunan) sekaligus didorong oleh harga bahan bakar minyak (BBM) yang rendah karena masih disubsidi.
            “Maka dari itu, pertumbuhan tinggi dialami sektor yang berorientasi dalam negeri, seperti perdagangan, manufaktur, otomotif, transportasi, komunikasi, dan konstruksi,” kata Mirza. Dia menambahkan, akibat pertumbuhan tinggi sektor yang berorientasi dalam negeri, kecenderungan defisit neraca perdagangan akan semakin besar.
            Menurut Tony, belanja pemerintah yang lebih cepat dan besar juga cukup membantu pertumbuhan. Seiring hal itu, inflasi yang terkendali di bawah 5 persen cukup membantu, meski hal tersebut ada efeknya, yaitu subsidi energi terus membengkak yang sebenarnya cenderung tidak sehat.

-SELESAI-

Struktur dan Kaidah dari contoh teks Anekdot Sangkuriang



“SANGKURIANG”
Pada jaman dahulu kala, terdengarlah kisah dari salah satu putri di jawa berat yang tengah naik daun  bernama Dayang Sumbi mempunyai anak bernama sangkuriang,pada suatu hari sang ibu sedang berkebun menanam bunga, sangkuriang pergi berburu di temani oleh seekor anjing bernama Tumang,tetapi Sangkuriang tidak tahu bahwa anjing itu adalah titisan dewa dan juga sekaligus Bapaknya.

Peda saat berburu Sangkuriang bertemu dangan seekor rusa, Sangkuriang teringat bahwa Ibunya sangat senang hati rusa. Akhirnya Sangkuriang menyuruh Tumang untuk mengejar rusa tersebut, namun Tumang kehilangan jejak rusa tersebut dan Sangkuriang menjadi marah karena Sangkuriang sangat ingin memberikan hati rusa kepada ibunya tetapi tidak bisa Sangkuriang membunuh Tumang untuk  mengambil hatinya dan kemudian pulang.

Sesampainya Sangkuriang di rumah ia memberikan hati didapatkanya dari berburu kepada Ibunya untuk di masak. Saat memakanya Dayang Sumbi teringat pada Tumang dan menanyakannya pada Sangkuriang, Sangkuriang menjawab dengan wajah ketakutan "Tumang mati" Dayang Sumbi marah bukan dan memukul kepala Sangkuriang dengan sendok nasi dan mengusirnya dari rumah.

Setelah kejadian itu Dyang Sumbi sangat menyesalinya, ia selalu berdoa dan sangat tekun bertapa hinga suatu hari sang dewata meberikan anugerah kepada Dayang Sumbi yaitu berupa kecantikan abadi dan tidak pernah tua. Setelah di usir Ibunya Sangkuriang berkelana keberbagai tempat, akhirnya Sangkuriang kembali lagi ketempat Dayang Sumbi kemudian kedua orang tersebut pun bertemu.

Sangkuriang akhirnya jatuh hati kepada Dayang Sumbi, Sangkuriang pun melamar Dayang Sumbi dan Dayang Sumbi menerimanya. Pada saat sedang berduan Dayang Sumbi melihat bekas luka di kepala Sangkuriang dan menanyainya kepada Sangkuriang, Sangkuriang menjawab " ini bekas luka akibat
dipukul dengan sendok nasi oleh Ibunya "

mendengar pernyataan tersebut Dayang Sumbi kaget dan memberi tahu sangkuriang bahwa “aku adalah ibumu” kata Dayang Sumbi. namun sangkuriang tidak percaya dan tetap berniat menikahinya.

Dayang Sumbi mengajukan permintaan, dia minta di buatkan perahu layar dalam sehari tidak boleh telat, Sangkuriang menyanggupinya dan Sangkuriang membendung sungai Citarum untuk tempat perahunya dalam pembuatanya Sangkuriang mendapatkan bantuan dari jin hasil taklukanya dalam perantauanya, karena bantuan dari jin perahu itupun hampir selesai Dayang Sumbi memohon kepada Dewa. Dayang Sumbi membuat ayam jago berkokok lebih awal, dan akhirnya berhasil jin yang membantu sangkuriang lari ketakutan dan meninggalkan sangkuriang sendirian. Karena kesal tidak berhasil, perahu itu di tendangnya dan terjatuh diatas gunung dan menyatu dengan gunung yang bernama Gunung Tangkuban Perahu, Sangkuriang akhirnya meninggal karena terjatuh kedalam sungai.
Struktur Teks Anekdot pada cerita “Sangkuriang”

Abstraksi:
-       Pada jaman dahulu kala, terdengarlah kisah dari salah satu putri di jawa berat yang tengah naik daun  bernama Dayang Sumbi mempunyai anak bernama sangkuriang
Orientasi:
-       Suatu hari sangkuriang pergi berburu ditemani seekor anjing yaitu ayahnya. Karena tidak mendapatkan rusa, maka ia membunuh anjng tersebut dan memberikan hatinya pada sang ibu. Sang ibu kesal dan mengusir sangkuriang.

Krisis:
-       Sangkuriang akhirnya jatuh hati kepada Dayang Sumbi, Sangkuriang pun melamar Dayang Sumbi dan Dayang Sumbi menerimanya. Pada saat sedang berduan Dayang Sumbi melihat bekas luka di kepala Sangkuriang dan menanyainya kepada Sangkuriang, Sangkuriang menjawab " ini bekas luka akibat dipukul dengan sendok nasi oleh Ibunya
Reaksi:
-       mendengar pernyataan tersebut Dayang Sumbi kaget dan memberi tahu sangkuriang bahwa “aku adalah ibumu” kata Dayang Sumbi. namun sangkuriang tidak percaya dan tetap berniat menikahinya.
Koda:
-       Dayang Sumbi mengajukan permintaan, dia minta di buatkan perahu layar dalam sehari tidak boleh telat, Sangkuriang menyanggupinya dan Sangkuriang membendung sungai Citarum untuk tempat perahunya dalam pembuatanya Sangkuriang mendapatkan bantuan dari jin hasil taklukanya dalam perantauanya, karena bantuan dari jin perahu itupun hampir selesai Dayang Sumbi memohon kepada Dewa. Dayang Sumbi membuat ayam jago berkokok lebih awal, dan akhirnya berhasil jin yang membantu sangkuriang lari ketakutan dan meninggalkan sangkuriang sendirian. Karena kesal tidak berhasil, perahu itu di tendangnya dan terjatuh diatas gunung dan menyatu dengan gunung


Kebahasaan atau Kaidah Teks Anekdot pada cerita “Sangkuriang”

A.Makna
- Leksikal contoh: Jatuh, hati, anjing, pergi, gunung, perahu
- Dramatika contoh:
            Prefix: Terjatuh, Berburuh, bernama, seekor, tetapi
            Infix: Jaman, dahulu, kalah
            sifix: Temani, cintai, buatkan, akhirnya, ibunya
            konfix: menerimanya, membuatkannya, mengusirnya
- Genotasi contoh: sang ibu sedang berkebun menanam bunga
- Konotasi contoh: salah satu putrid dijawa barat yang tengah “naik daun”

B.Ungkapan
- Sangkuriang akhirnya jatuh hati kepada Dayang Sumbi, Sangkuriang pun melamar Dayang Sumbi

C.Konfungsi
- Setara contoh: lagi, dan, dengan, atau, yang
- melainkan: tetapi
- Selain Akibat: Karena
- waktu: pada jaman dahulu, pada suatu saat, setelah, ketika

Struktur dan Kaidah Dari Contoh Salah Satu Teks Anekdot



“JAKA TARUB DAN 7 BIDADARI”

Alkisah disebuah desa terpencil di jawa barat, hiduplah seorang janda yang bernama Nyi randa tarub yang mempunyai satu orang anak ganteng dan perkasa yang bernama jaka tarub. Jaka tarub adalah sesosok pemuda yang baik hati dan pintar dalam hal berburu.
Suatu hari sang ibu ; nyi Randa Tarub sambil memanen jagung berkata “umurmu sudah cukup dewasa untuk memiliki calon istri, dan ibu juga ingin menimang cucu”,“lantas apa yang harus aku perbuat ibu? Dihatiku belum ada yang cocok” balas Jaka Tarub, kembali kata Nyi Randa Tarub “baiklah, kalau begitu carikan ibu daging rusa yang segar untuk menenangkan hati ibu”, Akhirnya permintaan kedua sang ibu akan ditepati Jaka Tarub.
Keesokannya dia ingin berburu rusa untuk memenuhi permintaan ibunya yang tengah sakit dirumah. Namun ketika ia menuju sungai untuk mencari rusa, Jaka mendengar suara meriah dibalik semak-semak. Ternyata ada tujuh orang perempuan cantik yang tengah bermandian air sungai. Didalam pikiran Jaka hanyalah bagaimana cara agar dapat berkenalan denga salah satu dari mereka, “kalau sampai kekayangan alas an apa yang akan kita katakan kepada ayah handa?” Tanya Nawang Wasty, kakak tertua dari para bidadari tersebut. “katakan sajah yang sejujurnya” balas Nawang Wulan. Dibalik semak-semak, Jaka pun kaget terheranan bahwa mereka ialah bidadari yang turun dari kayangan. Para bidadari tersebut menggunakan selendang mereka untuk kembali kekayangan. Akal jahat Jaka Tarub pun mulai berfikir bahwa ia ingin mengambil selendang milik salah satu dari pada Bidadari tersebut. Tangannya pun menyelinap masuk kebebatuan dan mengambil selendang yang berwarna ungu, yaitu milik Nawang Wulan, bunga indah diantara mereka semua. “eh sudah petang nih, ayo pulang” kata Nawang Wasti. Sambil mengenakan pakaian, salah seorang saudara mereka yaitu Nawang Wulan kehilangan selendangnya. “aku kehilangan selendangku” kata Nawang Wulan. Mereka pun membantu mencari selendang namun setelah berjam-jam “maafkan kami adikku, ini sudah petang. Apabila faajar pergi, kami tak dapat kembali hingga besok pagi. Apa yang harus kami katakan lagi? Kami harus pergi” kata Nawang Wasty. “tunggu” teriak Nawang Mulan menangis. mereka pun pergi meninggalkan Nawang Wulan. Dan nawang mulan pun tertinggal sendiri didalam hutan,
Jaka Tarub pun menghampiri nawang wulan dan mengajaknya untuk tinggal bersama. Sepulang itu, Jaka Menyimpan selendang milik Nawang didalam lumbung padi. Bukan daging rusa yang dibawah pulangkan Jaka Tarub, namun calon istrilah yang dia temukan. Mereka pun memiliki seorang anak berumur 3 bulan yang dinamakan Yodha Tarub dan saat itulah Jaka kehilangan ibunya yang telah meninggal dunia.
Suatu hari beras milik Jaka Habis, sehingga harus mengambil ulang didalam lumbung. Karena Jaka yang setiap harinya bagian mengangkut beras dari lumbung ke dapur harus pergi mengurus pemakaman sang ibu, maka Nawang Wulanlah yang harus mengambil beras dari lumbung. Ia pun menemukan selandang miliknya yang hilang. Didalam hati Nawang hanya ada satu pikiran yaitu menyalahkan Jaka yang mencurinya.
Dia pun meniggalkan surat untuk Jaka Tarub. Setelah Jaka pulang dari pemakaman sang ibu, sebuah surat didalam lumbung padi bertuliskan “jaka, aku takan pernah menyalahkanmu karena telah mengambil selendangku, namun aku minta maaf telah turun kebumi sehingga membuatmu berpikiran jahat sampai semua ini bisa terjadi, aku bahagia hidup denganmu tapi maaf aku harus kembali. Aku tau tugas ku sebagai seorang ibu harus menyusui anakku yang berumur 3 bulan itu, untuk itu letakan anakku Yodha dibawah pohon beringin dekat sungai yang pernah aku datangi setiap jam 6 sore, saat itulah aku akan selalu menyusuinya hingga kelak ia besar sepertimu” jaka pun keherangan mendengar hal itu “hah? Nawang telah pergi?” kaget Jaka. Jaka tarub pun menerimah nasibnya yang kehilangan ibu dan istrinya mingga menjadi seorang Duda sebatang kara. Dan setiap jam 6, ia meletakan anaknya dipohon dekat sungai. Kemudian ia melihat Nawang Wulan dan berkata “maafkan aku Nawang, aku terpaksa melakukan hal itu, tapi aku minta maaf! Maafkanlah aku”. Nawang pun kembali kekhayangan dan meninggalkan Jaka Tarub begitu sajah. Jaka pun menjalani hidupnya sebatang kara tanpa orang tua dan istri.
SELESAI-


Struktur Teks Anekdot pada cerita “Jaka Tarub dan 7 Bidadari”
Abstraksi:
-      Alkisah disebuah desa terpencil di jawa barat, hiduplah seorang janda yang bernama Nyi randa tarub yang mempunyai satu orang anak ganteng dan perkasa yang bernama jaka tarub. Jaka tarub adalah sesosok pemuda yang baik hati dan pintar dalam hal berburu.
Orientasi:
-      Suatu hari, sang ibu meminta mencarikan daging rusa namun jaka tidak mendapatkan daging rusa melainkan calon istri yang pada awalnya ia mengambil selendang milik istrinya yang dahulu seorang bidadari dari kayangan
Krisis:
-      Nawang Wulan pun menemukan selandang miliknya yang hilang. Didalam hati Nawang hanya ada satu pikiran yaitu menyalahkan Jaka yang mencurinya.
Dia pun meniggalkan surat untuk Jaka Tarub. Setelah Jaka pulang dari pemakaman sang ibu, sebuah surat didalam lumbung padi
Reaksi:
-      jaka pun keherangan mendengar hal itu “hah? Nawang telah pergi?” kaget Jaka
Koda:
-      Jaka tarub pun menerimah nasibnya yang kehilangan ibu dan istrinya mingga menjadi seorang Duda sebatang kara. Dan setiap jam 6, ia meletakan anaknya dipohon dekat sungai. Kemudian ia melihat Nawang Wulan dan berkata “maafkan aku Nawang, aku terpaksa melakukan hal itu, tapi aku minta maaf! Maafkanlah aku”. Nawang pun kembali kekhayangan dan meninggalkan Jaka Tarub begitu sajah. Jaka pun menjalani hidupnya sebatang kara tanpa orang tua dan istri.


Kebahasaan atau Kaidah Teks Anekdot pada cerita “Jaka Tarub dan 7 Bidadari”
A.   Makna
·         Leksikal, Contoh: janda, dalam, pintar, baik, hati
·         Dramatikal, Contoh
-      Prefix: perbuat, berburu, mencari, bernama, seorang dll
-      Infix: dari, cari, dapat, punya, masak
-      Suffix: carikan, hiduplah, nasibnya, akhirnya
-      Konfix: mencarikan, menerimanya, pemakaman
·         Genotasi, Contoh: memanen jagung
·         Konotasi, Contoh: Bunga Indah
B.    Ungkapan
“jaka, aku takan pernah menyalahkanmu karena telah mengambil selendangku, namun aku minta maaf telah turun kebumi sehingga membuatmu berpikiran jahat sampai semua ini bisa terjadi, aku bahagia hidup denganmu tapi maaf aku harus kembali. Aku tau tugas ku sebagai seorang ibu harus menyusui anakku yang berumur 3 bulan itu, untuk itu letakan anakku Yodha dibawah pohon beringin dekat sungai yang pernah aku datangi setiap jam 6 sore, saat itulah aku akan selalu menyusuinya hingga kelak ia besar sepertimu”
C.    Konfungsi
-      Setara: dan, dengan, atau
-      Melainkan: Tetapi, tapi
-      Selain Akibat: Karena, jika
-      Waktu: Alkisah, keesokannya, suatu hari, akhirnya